biografi iwan fals

Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN LIRIK LAGU IWAN FALS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN LIRIK LAGU IWAN FALS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Puisi Gelap

Iwan Fals & Jabo (Album Orang Gila 1994) Langit gelap Jutaan gagak hitam memenuhi langit Datang dari goa goa yang gelap dan lembab Dari padang yang kering tandus Merentang sayap berputar putar mengerikan Suaranya melengking menyayat Amarah yang terpendam amarah tertahan Gentayangan bagai mayat bangun dari kuburan Karena mereka pun tak mau menerima Gerhana matahari gerhana hidup Mereka menutupi cahaya matahari Memakan bangkai dari apa saja yang tersisa Hinggap diatas tanah diatap rumah Di dahan dahan pohon yang mati kering Mengintai mangsa Menanti bangkai temannya sendiri yang mati kelaparan Bau bangkai menyengat dimana mana Saling menerkam diantara mereka sendiri Sekedar bertahan dari kematian yang segera datang menjemput Tak ada cahaya matahari Tak ada cahaya kehidupan Tak ada apa apa Hanya ada ketegangan dan keganasan Ketegangan yang mengandung bencana Gagak gagak terus berputar semakin banyak Marah pada apa ? Marah pada siapa ? Marah pada marah yang tak terlampiaskan Sampai pada saatnya nanti Mereka jatuh terkapar dan mati Tapi dimana cahaya kehidupan ? Tak ada yang tahu Hanya ada jutaan bangkai gagak Berserakan berbau amis dan busuk Ah Bau busuk kehidupan Menyusup menebar ke sudut sudut kota Dan kita menghisapnya

Apakah Aku Benar-Benar Memiliki Kamu - Iwan fals

Telah kuberikan semua yang ada didalam jiwa Tak tersisa walau sekecil debu Ku ikhlaskan goresan rasa namun kata yang indah Selalu berlabuh di tempat yang salah Hari sepi menikam dalam Tak adakah secercah harapan Biduk cinta yang hampir karam coba aku tahan Sempat goyah sempat aku bosan Hasrat hati yang kini terganggu oleh rasa ragu Kemanakah rindu yang kemarin Ungkapkanlah isi hatimu Jangan pernah berpaling dariku Tunjukkanlah rasa cintamu Jangan sampai aku bertanya Apakah aku benar-benar memiliki Apakah aku benar-benar memiliki Kamu

Bangunlah Putra Putri Pertiwi - Iwan fals

Sabtu, 07 Januari 2012

Bunga trotoar

Bunga bunga kehidupan Tumbuh subur di trotoar Mekar liar dimana mana Langkah langkah garang datang Hancurkan wanginya kembang Engkau diam tak berdaya Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Menggelar aneka barang Menggelar mimpi yang panjang Kaki lima menggelar resah Diemperan toko besar Koar mulutmu berkobar Kaki lima makin menjalar Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Bagai jutaan srigala Menyerbu kota besar Tempat asal adalah neraka Tolong beri tahu aku Bagaimana caranya ? Nasib tak pernah berpihak Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Bungaku Bunga liar Bungaku Bunga trotoar Ya liar Bunga trotoar Liar liar liar liar Bungaku bungaku bungaku Bunga trotoar Bunga liar Bunga liar Bunga liar Para kurcaci diinjak mati Para kurcaca nyanyi tralala Para kurcaci bersedih hati Para kurcaca ha ha ha ha ha ha Para kurcaci diinjak mati Para kurcaca nyanyi tralala Para kurcaci bersedih hati Para kurcaca ha ha ha ha ha ha

Pada Batu Dalam Diam (feat. Harry Suliztiarto) oleh: Iwan Fals

Ketamakan membius jalan hatiku Ribuan tegak batu bangkitkan geram Kurasakan betapa angkuh diriku Dari beku cengkeramku Getar ujung pijakku Hampir tak ku kenali diriku Keberanian terasa sangat menyiksa Dasar jurang mengusik mata langkahku Kusaksikan betapa rapuh jiwaku Dari beku cengkeramku Getar ujung pijakku Hampir tak ku kenali diriku Ya aku di puncak ini Terikat pada batu Hampir tak kulihat apa-apa Kesabaran membasuh hari-hariku Hitamnya batu hitam dasar sukmaku Kurasakan kuasaMu dalam diam Dari beku cengkeramku Getar ujung pijakku Hampir tak ku kenali diriku

Sapuku Sapumu Sapu Sapu

Tukang sapu kuli PU besar jasamu Oh kawan Dengan sapu ganyang sampah dan debu Tuk sesuap makan Hari panas hari hujan memang tantangan Siapa bilang bukan Namun tugas tetap jalan absen gaji melayang Maklum kuli harian Pernahkah tuan pikirkan Jasa mereka Pernahkah tuan renungkan Harga keringatnya Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor Bersihkan yang kotor Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor Awas kena sensor Tukang sapu bawa sapu juga disapu Kok bisa begitu Istri iri lihat tetangga punya barang baru Akupun begitu Inilah manusia Dengan segala macam warna hidupnya Tuk mencapai bahagia Semua jalan ditempuhnya

Selasa, 03 Januari 2012

Dimata Air Tidak Ada Air Mata

Memetik gitar dan bernyanyi Pada waktu tak bertepi Di atas langit di bawah tanah Di hembus angin terseret arus Untuk saudara tercinta Untuk Jiwa yang terluka Tengah lagu suaraku hilang Sebab hari semakin bising Hanya bunyi peluru di udara Gantikan denting gitarku Mengoyak paksa nurani Jauhkan jarak pandangku Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta Walau aku tau tak terdengar Jariku menari tetap takkan berhenti Sampai wajah tak murung lagi Amarah sempat dalam dada Namun akalku menerkam Kubernyanyi di matahari Kupetik gitar di rembulan Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata

Engkau Tetap Sahabatku:

Dia adalah sahabatku bahkan lebih Dia adalah yang diburu...datang padaku Sekedar lepas lelah dan sembunyi Untuk berlari lagi Dia adalah yang terbuang...mengetuk pintuku Penuh luka dipunggungnya...merah hitam Dia menjadi terbuang....setelah harapannya.... dibuang..... Bapaknya pegawai kecil....sandal jepit yang kini di dalam penjara...sedang bela anaknya Lyrics www.allthelyrics.com/lyrics/fals_iwan/ Untuk darah daging yang tercinta Selesaikan sekolah Sahabatku...coba mencari kerja Namun yang didapat cemooh Harga dirinya berontak Lalu dia tetapkan hati Hancurkan sang pembuang Air putih aku hidangkan...aku dipersimpangan Seribu bahkan lebih..sejuta lebih Pagi buta dia berangkat...diam-diam Masih sempat selimuti aku....yang tertidur Aku terharu...doaku untukmu Sebutir peluru yang tinggal dibawah bantalnya Bertali jadikan kalung lalu kukenakan yang terus berlalu Selamat jalan kawan... Selamat menari air mata Hei...sahabat yang terbuang Engkau sahabatku....tetap sahabatku

Senin, 02 Januari 2012

Siang di seberang sebuah istana.

Seorang anak kecil bertubuh dekil Tertidur berbantal sebelah lengan Berselimut debu jalanan Rindang pohon jalan menunggu rela Kawan setia sehabis bekerja Siang di seberang istana sang raja Reff I: Kotak semir mungil dan sama dekil Benteng rapuh dari lapar memanggil Gardu dan mata para penjaga Saksi nyata....... Yang sudah terbiasa Tamu negara tampak terpesona Mengelus dada gelengkan kepala Saksikan perbedaaan yang ada Reff II: Sombong melangkah istana yang megah Seakan meludah di atas tubuh yang resah Ribuan jerit di depan hidungmu Namun yang ku tau.... Tak terasa terganggu Kembali ke: reff I & reff II Gema azan ashar sentuh telinga Buyarkan mimpi si kecil siang tadi Dia berjalan malas melangkahkan kaki Di raihnya mimpi di genggam tak di letakkan... Lagi...

Jumat, 30 Desember 2011

Negeriku

Bersih bersih bersih bersihlah negeriku
Malu malu malu malulah hati
Kotornya teramat gawat ya kotornya sangat
Inilah amanat yang menjadi keramat

Bersih bersih bersih bersihlah diri
Sebelum menyapu sampah dan debu debu
Nyanyian berkarat sampai ke liang lahat
Atas nama rakyat yang berwajah pucat

Negeriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negeriku ngeriku

Busuk busuk busuk busuk bangkai tikus
Yang mati karena dihakimi rakyat
Adakah akhirat menerima dirinya
Adakah disana yang masih bisa bercanda dengan rakus

Negeriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negeriku ngeriku

Bersih bersih bersih bersihlah negeriku

Ibu






Intro : Em Em C Am Em

#
Em C Em
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
C Am Em Em
Lewati rintang untuk aku anakmu
Em C Em
Ibuku sayang masih terus berjalan
C Am Em
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah

G Am
Seperti udara…
C Em
Kasih yang engkau berikan
G Am
Tak mampu ku membalas
Am
Ibu… Ibu…

Intro : Em Em C Am Em

Em
Ingin kudekat
C Em
Dan menangis di pangkuanmu
C Am
Sampai aku tertidur
Em
Bagai masa kecil dulu

G Am
Lalu doa-doa
C Em
baluri sekujur tubuhku
G Am
Dengan apa membalas
Am
Ibu… Ibu…

Kamis, 29 Desember 2011

Barong! Aku Bento - Kantata Barock

Iwan Fals. Setiawan Djody. Sawung Jabo



Barong! Aku Bento - Kantata Barock
Namaku Barong, rumahku langit
Hidup berjuang, memburu belantara
Aku mau jujur, kucari hidup
Ayo... oh Bento, Barong belantara!
Ooh...ooh... memburu harmoni cinta
Ooh...ooh... ayo... menggelinding... berjuang!
Berani jantan, sadar berontak
Sekali lirik kau jatuh cinta

Bisnisku berjuang
Lawan apa saja yang penting
Aku menang kucing senang kurcari kenyang
Persetan tikus politik, protes!
Karena ku selalu setia dengan cinta...oooh...oooh..
Memburu doa, Barong merapi
Aku Bento, Oh Barong Maridjan

Mengoceh kebenaran
Khotbah keadilan, sarapan hariku
Aksi kucing lapar
Makan apa saja...ooh jagonya
Maling papan atas, bandit kelas tikus
Itu mangsa kucing!
Siapa mau ikut berjuang?
Bongkar sarang tikus

Aku Bento, Barong belantara
Aku Bento, kucing gungu! Ayo makan tikus
Barong Marijan, cinta belantara... Ooh... Ooh... Ooh... Oooh
Aku Bento, kucing gunung! Ayo makan tikus!
Barong Maridjan, cinta belantara... Ooh.. Ooh.. Ooh... Ooh
Merapiku murka!

Rabu, 28 Desember 2011

Ombak - Kantata Barock

Kemarin kita bicara
Ada ombak yang mengajak bercinta
Namun kau terlanjur pergi
Tapi tetaplah jejak kata kata itu

Aku kagum menyaksikannya
Terasa begitu luas dan dalam
Anginkah yang membuatmu bergelora
Samudraku nyanyian bersama

*Masih jelas masih terkenang kenang
Umurmu ribuan abad membayang
Dan gemuruhpun menyemangati aku
Engkaulah daya hidup ini

Riwayatkan ini pada anak cucu
Ada ombak yang memanggil manggil
Karang tenang tetap tak bergeming
Ulurkan tanganmu ayo kita berenang

*Lihatlah samudra membentang
Sejauh mata memandang
Jutaan orang yang meradang
Nyanyian samudra menerjang

Dengarkanlah senda gurau mereka
Ketika pulang pulang atau mau berangkat berlayar
Dengarkanlah doa penuh harapan
Dari mereka yang lapar dan tetap sabar

*Bergerak wahai saudaraku
Yang keasyikan menikmati waktu
Ombak itu terus memanggil manggil
Masih jugakah kau tidak terpanggil

*Masih jelas masih terkenang kenang
Umurmu ribuan abad membayang
Dan gemuruhpun menyemangati aku
Engkaulah daya hidup ini

*Lihatlah samudra membentang
Sejauh mata memandang
Jutaan orang yang meradang
Nyanyian samudra menerjang

*Bergeraklah wahai saudaraku
Yang keasyikan menikmati waktu
Ombak itu terus memanggil manggil
Masih jugakah kau tidak terpanggil

Ombak itu terus memanggil manggil
Masih jugakah kau tidak terpanggil

Warijem Dan Tukiman

Ini kisah percintaan asli
Antara Tukiman dan Warijem
Status Warijem perawan sexy yang merangsang
Status Tukiman duda bulukan yang serampangan
Cinta mereka bersemi
Dibawah jembatan Semanggi

Disaksikan dengus mesin
Yang melintas diatas kepala
Senyum Warijem tak pernah hilang tebuang
Senyum Tukiman dibalik kumis melintang
Cinta mereka bersemi
Di dinding nurani Semanggi

Bulan bintang
Dingin malam
Desir angin
Lampu taman

Saksikan Warijem
Saksikan Tukiman
Warijem Tukiman
Disaksikan malam

Saksikan Warijem
Saksikan Tukiman
Warijem Tukiman
Disaksikan malam

Sayang cinta kasih mereka
Tak dapat dilanjutkan
Sebab sepasukan hansip keburu turun tangan
Tukiman Warijem diseret kemanan
Karena ketahuan main gelut-gelutan
Di rerumputan...........

Jumat, 23 Desember 2011

Ijinkan Aku Menyayangimu

Intro : F#m C#m F#m E 2X F#m C#m Andai kau ijinkan, walau sekejap memandang F#m E Kubuktikan padamu, aku memiliki rasa F#m C#m * Cinta yang kupendam, tak sempat aku tanyakan F#M E Karena kau t’lah memilih, menutup pintu hatimu D Ijinkan aku membuktikan C#m Inilah sesungguhnya rasa F#m D E Ijinkan aku menyayangimu Reff: A F#m Sayangku… oh… oh… D E Dengarkanlah isi hatiku A F#m Cintaku… oh… oh… D G E Dengarkanlah isi hatiku Int: D C#m F#m E Back to *, Reff Int: A D F#m E (2x) D ** Bila cinta tak menyatukan kita C#m Bila kita tak mungkin bersama G E Ijinkan aku tetap menyayangimu Back to Reff, Coda Coda D C#m Aku sayang padamu D A Ijinkan aku membuktikan

Galang rambu anarki

Lirik Lagu
- Iwan Fals Cord - Chor - Kord Gitar Intro : A D A E A A D A E A Galang rambu anarki anakku D A E A Lahir awal januari menjelang pemilu A D A E A Galang rambu anarki dengarlah D A E A Terompet tahun baru menyambutmu E A… A D A E A Galang rambu anarki ingatlah D A E D Tangisan pertamamu ditandai bbm E A Membumbung tinggi (melambung) Reff E Maafkan kedua orangtuamu D E A Kalau tak mampu beli susu D A Bbm naik tinggi E A Susu tak terbeli D A orang pintar tarik subsidi E A Mungkin bayi kurang gizi (anak kami) A D A E A Galang rambu anarki anakku A C#m D E Cepatlah besar matahariku F#m E D7 E Menangis yang keras, janganlah ragu A C#m D E Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku F#m E A Doa kami di nadimu Int. D E F#m E D A G F#m F E A G F#m F E A E A E A Untuk teman-teman yang kepingin ngga usah nyari liri

Rabu, 21 Desember 2011

Coretan Dinding

Chord = A C D / A C D C G A D C A D D C A F E C A Coretan di dinding membuat resah Resah hati pencoret mungkin ingin tampil Tepi lebih resah pembaca coretannya Sebab coretan di dinding adalah pemberontakan Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah Ditiap kota . . . . . Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya Musuhnya adalah penindas Yang menganggap remeh coretan dinding kota Coretan dinding terpojok di tempat sampah Kucing hitam dan penindas sama-sama resah

Apakah Aku Benar-benar Memiliki Kamu

Intro = Am G F 2X Am G F E 2X Am G F E Tlah ku berikan semua yang ada di dalam jiwa Am G F E Tak tersisa walau sekecil debu Am G F E Ku ikhlaskan goresan rasa namun kata yang indah Am G F E Slalu berlabu di tempat yang salah Am G F E Hari sepi menikam dalam Am G F Tak adakah secercah harapan Bridge = Am G F Hidup cinta yang hampir karam coba aku tahan Sempat goyah sempat aku bosan Hasrat hati yang kini terganggu oleh sara ragu Kemanakah rindu yang kemarin Reff: Am G F E Ungkapkanlah isi hatimu Jangan pernah berpaling dariku Tunjukkanlah rasa cintamu Jangan sampai aku bertanya Apakah aku benar-benar memiliki…

Senin, 19 Desember 2011

Di Mata Air Tidak Ada Air Mata

(16 votes, average: 4.50 out of 5) Intro : G G/F# C G D Memetik gitar dan bernyanyi Am Em Pada waktu tak bertepi C G Di atas langit di bawah tanah C D Di hembus angin terseret arus Am Em Untuk saudara tercinta C D G Untuk Jiwa yang terluka G D Dengar lagu suaraku hilang Am Em Sebab hari semakin bising C G Hanya bunyi peluru di udara C D Gantikan denting gitarku Am Em Mengoyak paksa nurani C D G Jauhkan jarak pandangku G C Chorus: G D Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta C D G Walau aku tau tak terdengar G D Jariku menari tetap takkan berhenti C D Sampai wajah tak murung lagi Intro : G G/F# C G D C 2X G D Amarah sempat dalam dada Am Em Namun akalku menerkam C G Kubernyanyi di matahari C D Kupetik gitar di rembulan Am Em Di balik bening mata air C D G Tak pernah ada air mata Am Em Di balik bening mata air C D G Tak pernah ada air mata end : G C D

Buktikan

(3 votes, average: 4.33 out of 5) Intro : A A Kata-kata berbisa, mulut-mulut berbusa A Janji-janji bertebaran Em A Seperti biasa dari atas panggung atas nama bangsa A Yang mendengar terpeona bahkan ada yang terkesima Em Akupun tergoda untuk mengikuti apa yang terjadi A Apakah memang janji hanya janji Reff : A Em A Buktikan, buktikan itu yang dinanti-nanti A Em Buktikan, buktikan kalau hanya omong D E A Burun beo pun bisa,., Intro : A Em A Kita hidup sering terancam Em A Tak ada jaminan keselamatan Em A Kamu ngomong tentang keaman D A Tapi makin banyak penggusuran Em A Kita hidup sering terancam Em A Tak ada jaminan keselamatan Em A kamu ngomong tentang kemakmuran D A Tapi makin banyak pengangguran A Kata-kata berbisa, mulut-mulut berbusa A Janji-janji berhamburan Em A Seolah-olah kami ini bodoh tak mengerti apa-apa Em Seolah-olah kami ini anak kecil A Yang bisa kau bohongi sesuka hatimu

iklan 2

MySiteSubmit

Generasi Frustasi

Generasiku banyak yang frustasi Broken home istilah bule bule luar negeri Mereka muak lihat papi mami bertengkar Mereka jijik lihat papi mami selalu keluar Ada urusan yang tak masuk diakal Mami sibuk cari bujangan Papi sibuk cari perawan Timbang kesal lebih baik aku berhayal Jadi orang besar seperti Hitler yang tenar Jadi orang tenar persis Carter juragan kacang Mata cekung badan persis capung Tingkah sedikit bingung pikiran mirip mirip orang linglung Rambut selalu kusut disuruh selalu manggut manggut

Jaman Edan Tom Slepe ( Album Canda Dalam Nada 1979 )

Hai teman katanya jaman ini kemajuan Sampai si om gendut dan rambut ubanan Berani berpacaran Dengan pembantunya sampai naik ranjang Ranjang goyang Hai teman katanya jaman ini pembangunan Para tante pun tak mau ketinggalan Mencari pasangan Dengan mahasiswa yang kurang biaya Kuliahnya yang tertunda Kalau ada gadis jaman sekarang Jangan heran kalau tidak perawan Para pelajar pun jadi edan edanan Kalau pusing belajar cari hiburan Di tempat pelacuran Oh oh oh we yo Jaman edan Jaman jaman edan Jaman saiki jaman edan Sampeyan edan aku melok edan Ini ramalan dari nenek moyang Jayabaya yang kelahiran Bengawan Hai teman di jaman ini memang banyak penipuan dan pengangguran Terpaksa Yance Mince berjualan Daging karet tiruan Oh di taman Lawang demi kepuasan Hidung belang Hai teman jangan sampai kita pun ketinggalan Cepat cepat kau cari kesempatan Di dalam kesempitan Untuk melemaskan segala ketegangan Oh pikiran yang bukan bukan Suatu kali eh pernah aku kehilangan Celana Levi’s yang semata wayang Itu juga belinya di tukang loakan Telah hilang melayang disamber orang Waktu di jemuran Oh oh oh we yo Maling sialan Maling maling sialan Dia nggak pikir itu barang orang Ada lagi maling gede gedean Dia nekat embat duit ‘jut - ‘jutan Dia nggak mikir itu duit haram Inget inget dong sama gelandangan Berani amat ente sama kutukan Tuhan Maling yang ini memang kebangetan Ada maling hoi maling jemuran Di sono maling di sini maling Maling maling hei elu sialan

Orang Gila

Orang Gila
Waktu pulang Malam malam Sendiri Sendiri Orang gila di lampu penyeberangan Jam dua malam Lewat pada saat lampu sedang merah Tepat ditengah tengah zebra cross Irama langkahnya tidak berubah Seperti lagu lama Yang aku dengar menuju pulang Sendirian Orang gila di lampu penyeberangan Rambutnya gimbal Kumis dan jenggotnya jarang jarang Membawa gembolan Entah gombalan Atau makanan Melangkah terus lurus kedepan Melangkah terus lurus kedepan Orang gila di lampu penyeberangan Apa kabar? Siapa yang menyapa kamu diam Tersenyum tidak menangis tidak Kamu sapa siapa saja Selamat malam Selamat malam Orang gila di lampu penyeberangan Orang gila di lampu penyeberangan Melangkah terus lurus kedepan Melangkah terus lurus kedepan Kamu sapa siapa saja Selamat malam Selamat malam

Aku Berjalan Iwan Fals (Album Perjalanan 1980)

Aku Berjalan Iwan Fals (Album Perjalanan 1980)
Aku berjalan diatas jembatan Waktu hari siang Tengah keramaian kota Kupandang kebawah Berhimpit gubuk liar Tempat tinggal gelandangan Tampak anak kecil gundul Tenang menggaruk koreng Ditepi sungai yang kotor Diseberang sana aku melihat Seorang ibu duduk Sedang melamun Kan adakah masa depan yang cerah? Bagi orang seperti dia Kan tegakah melihat saudara kita? Hidup menderita

Pemborong Jalan Iwan Fals (Album Perjalanan 1980)

Pemborong Jalan Iwan Fals (Album Perjalanan 1980)
Deru mesin motor jelas terdengar Mengarung jalan penuh lubang Baru kemarin selesai diaspal Terkena hujan kok jerawatan? Oh oh kasihan Bayar pajak mahal Banyak jalan Seperti comberan Pemborong berpengalaman tertawa Berteman pipa topi baja Bercanda dengan istri paling mudah Tak ingat jalan dan pekerja Oh oh kasihan Nasib pekerja jalan Tenaga hilang Gaji tidak berimbang

Bencana Alam Iwan Fals (Album Perjalanan 1980)

Bencana Alam Iwan Fals (Album Perjalanan 1980)
Sekian manusia resah menatap wajah sesamanya Duka karena bencana Petaka menimpa diri dan dalam hatinya berkata Besarkah dosa hamba ? Menjelang saat ajal daku membayang Gapai tangan minta Tolong semua Bencana alam melandanya Kehendak yang kuasa Peringatan kah bagi kita ? Manusia di dunia Karena kita tlah saling cinta harta benda dan kuasa Tanpa pandang kebenaran Dan tanpa pandang keadilan Bencana alam melandanya Tiada seorangpun kuasa menekan Bencana alam melandanya Miskin kaya kana petaka yang sama Akhirnya ku merenung pula Mengapa bencana alam meraja ? Oh oh aku tak kuasa Mungkinkah kau merenung juga ? Mengapa bencana alam meraja ? Oh oh ampunilah yang kuasa Oh oh ampunilah semua

HATTA

HATTA
Hatta Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981) Tuhan terlalu cepat semua Kau panggil satu satunya yang tersisa Proklamator tercinta Jujur lugu dan bijaksana Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa Rakyat Indonesia Hujan air mata dari pelosok negeri Saat melepas engkau pergi Berjuta kepala tertunduk haru Terlintas nama seorang sahabat Yang tak lepas dari namamu Terbayang baktimu Terbayang jasamu Terbayang jelas jiwa sederhanamu Bernisan bangga Berkafan doa Dari kami yang merindukan orang Sepertimu .

Doa Pengobral Dosa Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)

Doa Pengobral Dosa Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)
Disudut dekat gerbong Yang tak terpakai Perempuan ber make up tebal Dengan rokok ditangan Menunggu tamunya datang Terpisah dari ramai Berteman nyamuk nakal Dan segumpal harapan Kapankah datang Tuan berkantong tebal Habis berbatang batang Tuan belum datang Dalam hati Resah menjerit bimbang Apakah esok hari Anak anakku dapat makan Oh Tuhan beri Setetes rezeki Dalam hati yang bimbang berdoa Beri terang jalan anak hamba Kabulkanlah Tuhan

Galang Rambu Anarki Iwan Fals ( Album Opini 1982 )

Galang Rambu Anarki Iwan Fals ( Album Opini 1982 )
Galang Rambu Anarki anakku Lahir awal Januari Menjelang pemilu Galang Rambu Anarki dengarlah Terompet tahun baru Menyambutmu Galang Rambu Anarki ingatlah Tangisan pertamamu Ditandai BBM membumbung tinggi Maafkan kedua orang tuamu kalau (Tak mampu beli susu) BBM naik tinggi (susu tak terbeli) Orang pintar tarik subsidi Mungkin bayi kurang gizi Galang Rambu Anarki anakku Cepatlah besar matahariku Menangis yang keras janganlah ragu Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku Doa kami di nadimu Galang Rambu Anarki dengarlah Terompet tahun baru Menyambutmu Galang Rambu Anarki ingatlah Tangisan pertamamu Ditandai BBM melambung tinggi Maafkan kedua orang tuamu kalau (Tak mampu beli susu) BBM naik tinggi (susu tak terbeli) Orang pintar tarik subsidi Anak kami kurang gizi Galang Rambu Anarki anakku Cepatlah besar matahariku Menangis yang keras janganlah ragu Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku Doa kami di nadimu Cepatlah besar matahariku Menangis yang keras janganlah ragu Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku Doa kami di nadimu

ancur

ancur
Iwan Fals / Aziz MS ( Album In Collaboration With 2003 ) Namamu selalu kubisiki Dalam tidurku dalam mimpiku Setiap malam Hangat tubuhmu melekat di kulitku Beribu peluk beribu cium Kita lalui Tapi kau kabur Dengan duda anak tiga Pilihan ibumu Hatiku hancur Berserakan berhamburan Kayak jeroannya binatang Ya sudah Kumenangis seadanya Sekuat tenaga Ya sudahlah Kau memang setan alas Nggak punya perasaan ANCUUU UUUR Doaku di akad nikahmu Semoga si duda diracun orang Biar terus mampus Tapi kau kabur Dengan duda anak tiga Pilihan ibumu Hatiku hancur Berserakan berhamburan Kayak jeroannya binatang Ya sudah Kumenangis seadanya Sekuat tenaga Ya sudahlah Ya sudah Kumenangis seadanya Sekuat tenaga Ya sudahlah Kau memang “syaiton” alas Ndak punya perasaan ANCUUU UUUR Doaku di akad nikahmu Semoga si duda diracun orang Biar terus mampus Semoga si duda diracun orang Biar terus mampus Heh heh heh heh heh

Jalan Yang Panjang Berliku Iwan Fals / Willy & Tommy ( Album Barang Antik 1984 )

Jalan Yang Panjang Berliku Iwan Fals / Willy & Tommy ( Album Barang Antik 1984 )
Jalan panjang yang berliku Jalan lusuh dan berbatu Namun kuharus mampu menempuh Bersama beban dibatinku Kudatang berlumur debu Kupergi bersama bayu Diantara gelisah dan ragu Kucoba untuk tetap kukuh Tiadakah tempat kuberteduh Dikala luka membiru Segenggam harapan dalam jiwa Hilang punah tiada kesan Dikegelapan

Doa Pengobral Dosa Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)

Doa Pengobral Dosa Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)
Disudut dekat gerbong Yang tak terpakai Perempuan ber make up tebal Dengan rokok ditangan Menunggu tamunya datang Terpisah dari ramai Berteman nyamuk nakal Dan segumpal harapan Kapankah datang Tuan berkantong tebal Habis berbatang batang Tuan belum datang Dalam hati Resah menjerit bimbang Apakah esok hari Anak anakku dapat makan Oh Tuhan beri Setetes rezeki Dalam hati yang bimbang berdoa Beri terang jalan anak hamba Kabulkanlah Tuhan

Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)




Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu tak kan tergoyahkan
Kuat jarimu kala mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkerammu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh karisma

Pulau pulau yang berbencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu kutu di sayapmu
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Hei jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan pancasila itu
Bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisi harapan
Yang hanya berisi khayalan